Peristiwa Gorontalo

Laman

Rabu, 10 Januari 2018

Kemarin, Mundurnya Anggota Panwaslu Kota Hingga Mundurnya Budi Doku Pilwako 2018

Gorontalo,  (Antaranews Gorontalo) - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Gorontalo John Hendri Purba mengatakan salah seorang anggotanya di lembaga peneyelenggara pemilu itu, resmi mengundurkan diri sejak akhir Desember 2017.

Anggota Panwaslu Kota Gorontalo Mengundurkan Diri

Koalisi tiga Partai Politik (Parpol) yaitu PAN, Hanura dan Gerindra resmi mengganti calon wakil wali kota (Wawali) Kota Gorontalo, dari Charles Budi Doku ke Hardi Saleh Hemeto, guna menghadapi Pilkada 2018.

"Injury Time" Tiga Parpol Rombak SK Calon Wali Kota Gorontalo

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara periode 2013-2018, Indra Yasin-Roni Imran, sama-sama memilih menjadi bakal Calon Bupati (Cabup) pada Pilkada 2018 di daerah itu.

Bupati-Wabup Gorontalo Utara Memilih Jadi Calon Bupati 2018

Anggota DPR-RI Elnino M Husain Mohi menilai ada pihak yang diduga sengaja mencekal Adham Dambea, agar tidak ikut di Pilkada 2018.

"Banyak hal yang dipersoalkan dari Adhan Dambea, salah satunya adalah ijazah milik pak Adhan Dambea," kata Elnino yang juga ketua tim pemenangan Dambea-Hemeto, saat menggelar konfrensi pers jelang hari terakhir pendaftaran calon di KPU Kota Gorontalo, Selasa.

Elnino: Ada Pihak Ingin Mencekal Adhan Dambea

Charles Budi Doku resmi memberikan pernyataan sikap untuk mundur dari pencalonan wakil wali kota (Wawali) Gorontalo yang berpasangan dengan Adhan Dambea, guna ikut Pilkada 2018, karena kasus narkoba yang menimpa istrinya.

Budi Doku Resmi Mundur Pencalonan Wawali Kota Gorontalo

Selasa, 09 Januari 2018

Elnino: Ada Pihak Ingin Mencekal Adhan Dambea

Gorontalo, (Antaranews Gorontalo) - Anggota DPR-RI Elnino M Husain Mohi menilai ada pihak yang diduga sengaja mencekal Adham Dambea, agar tidak ikut di Pilkada 2018.

"Banyak hal yang dipersoalkan dari Adhan Dambea, salah satunya adalah ijazah milik pak Adhan Dambea," kata Elnino yang juga ketua tim pemenangan Dambea-Hemeto, saat menggelar konfrensi pers jelang hari terakhir pendaftaran calon di KPU Kota Gorontalo, Selasa.

Ia menegaskan, terkait ijazah pihaknya sudah melakukan klarifikasi di KPU Provinsi Gorontalo dimana Adhan Dambea sudah pernah menjadi calon wakil Gubernur Gorontalo pada Pilkada 2017.

Ia menambahkan juga KPU Provinsi Gorontalo pada tahun 2017 sudah meloloskan Adhan Dambea sebagai peserta Pilkada, itu artinya ketika dia mencalonkan lagi sebagai calon Wali Kota 2018 ini, dipastikan tidak ada masalah.

"Sudah pernah jadi peserta, sementara aturan yang digunakan KPU pada 2017 masih sama, kalau sudah lolos sebagai peserta Pilkada 2017, maka tahun 2018 ini pasti lolos," tegasnya.

Baca Juga : Budi Doku Resmi Mundur Cawawali Kota Gorontalo
Baca Juga : Anggota Panwaslu Kota Gorontalo Mengundurkan Diri

Tim pemenangan pasangan calon, lanjut Elnino, sudah mengantisipasi dari berbagai macam cara pihak lain untuk mencekal Adhan Dambea sebagai calon Wali Kota Gorontalo tahun ini.

"Dari hasil survei beberapa bulan terakhir ini, Adhan Dambea memiliki rating yang sangat tinggi, dibandingkan calon lainya," ia menambahkan.

Sebelumnya pada Pilkada Kota Gorontalo 2013, sehari jelang pencoblosan, Adhan Dambea dicoret oleh KPU setempat, karena persoalan ijazah.

Namun pada pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur 2017, ijazah miliknya juga sempat dipersoalkan, namun KPU provinsi Gorontalo menetapkan Adhan Dambea lolos sebagai peserta, karena syarat calon sudah terpenuhi dan sah.

Hari Kedua Nihil Pendaftaran Calon Kepala Daerah Gorontalo

Gorontalo,  (Antaranews Gorontalo) - Hari kedua pendaftaran bakal Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) guna ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, nihil pendaftar.

Hingga pukul 16.00 Wita sejak dibuka pukul 08.00 Wita, tidak ada bakal pasangan calon yang mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di jalan Sanggar Tani Desa Bulalo, Kecamatan Kwandang.

"Kami memang sudah mendapatkan informasi dari masing-masing tim dua bakal pasangan calon yang memilih mendaftar di hari terakhir jadwal pendaftaran, yaitu Rabu 10 Januari 2018," ujar Ketua KPU setempat, Fadliyanto Koem, Selasa di Gorontalo.

Pihaknya pun sudah membagi jam pendaftaran bagi dua bakal pasangan calon tersebut, yaitu pukul 08.00 Wita untuk bakal Cabup Indra Yasin dan Cawabup Thoriq Modanggu.

Sedangkan pukul 11.00 Wita untuk bakal Cabup Thomas Mopili dan Cawabup Suhela Rakhmad.

Seperti penyambutan di hari pertama pada bakal Cabup Roni Imran dan Cawabup Ismail Patamani yang dilakukan dengan rangkaian adat Gorontalo, dua bakal paslon yang mendaftar di hari terakhir pun akan melalui prosesi adat yang sama.

"Rangkaian penyambutan secara adat tetap sama, tidak ada yang berubah dan dipastikan para bakal paslon akan mengenakan baju adat Gorontalo, serta menyerahkan berkas pendaftaran di dalam panggung adat "bulita" dan langsung dilakukan pemeriksaan dan penelitian berkas administrasi," ujarnya.

KPU berharap, hingga hari terakhir pendaftaran, akan berjalan baik, lancar dan kondusif serta massa pendukung tetap bekerja sama menyukseskan tahapan tersebut.

Bupati-Wabup Gorontalo Utara Memilih Jadi Calon Bupati 2018

Gorontalo,  (Antaranews Gorontalo) - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara periode 2013-2018, Indra Yasin-Roni Imran, sama-sama memilih menjadi bakal Calon Bupati (Cabup) pada Pilkada 2018 di daerah itu.

Roni Imran bahkan telah resmi mendaftar dan menjadi pendaftar pertama pada Senin, 8 Januari 2018 di hari pertama tahapan pendaftaran pasangan calon Pilkada 2018 yang dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

"Saya mendaftar lebih awal, sebab memilih tanggal, hari dan jam yang dianggap paling baik," ujar Roni yang juga mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Gorontalo Utara, Selasa di Gorontalo.

Diusung gabungan Partai Hanura dan Demokrat pada Pilkada 2018, Roni akan berpasangan dengan Ismail Patamani sebagai bakal Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang sebelumnya menjabat Sekretaris Daerah di pemerintahan daerah itu.

Roni mengaku optimistis serta sangat siap menjadi rival Bupati Indra Yasin pada Pilkada 2018.

Sementara Bupati Indra Yasin sebagai bakal Cabup akan mendaftar pada Rabu, 10 Januari 2018 pukul 08.00 Wita.

Ketua KPU setempat, Fadliyanto Koem mengaku menerima pemberitahuan dari tim Indra Yasin terkait pendaftaran yang akan dilakukan pada hari Rabu.

Informasi yang diterima pihak KPU setempat, Bupati Indra selaku bakal Cabup pada Pilkada 2018, akan mendaftar bersama bakal Cawabup Thoriq Modanggu, seorang akademisi dari salah satu Perguruan Tinggi di Provinsi Gorontalo.

Belum ada pernyataan resmi dari Bupati petahana Indra Yasin, terkait partai pengusungnya.

"Injury Time" Tiga Parpol Rombak SK Calon Wali Kota Gorontalo

Gorontalo,� (Antaranews Gorontalo) - Koalisi tiga Partai Politik (Parpol) yaitu PAN, Hanura dan Gerindra resmi mengganti calon wakil wali kota (Wawali) Kota Gorontalo, dari Charles Budi Doku ke Hardi Saleh Hemeto, guna menghadapi Pilkada 2018.

Selain tiga parpol pengusung, juga satu parpol pendukung yaitu Nasdem, akan segera mendaftarkan ke KPU setempat, setelah sebelumnya mundurnya Charles Budi Doku yang istrinya terjerat dugaan kasus narkoba.

"PAN, Gerindra, Hanura dan Nasdem tetap kompak dan solid akan memenangkan Adhan Dambea berpasangan dengan Hardi Saleh Hemeto, karena Charles Budi Doku sudah mengundurkan diri," kata Elnino M Husain Mohi, ketua tim pemenangan Dambea-Hemeto, Selasa.

Elnino menegaskan, dipilihnya Hardi Saleh Hemeto adalah murni keputusan dari Adhan Dambea, karena sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai pengusung dan pendukung sudah menunjuk Adhan sebagai Cawawali, sehingga keputusanya pun ada di tangannya.

Bakal cawali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengatakan dipilihnya Hardi Saleh Hemeto menggantikan Charles Budi Doku sebagai wakilnya karena dia sudah punya pengalaman dalam pertarungan politik.

"Banyak nama yang diusulkan untuk menggantikan wakil saya, namun atas saran dan pertimbangan dari banyak pihak, termasuk saran dari koalisi partai pengusung dan pendukung, saya sudah memutuskan Hardi Saleh Hemeto," kata Adhan Dambea.

Sementara itu bakal cawawali Hardi Saleh Hemeto mengakui bahwa ini merupakan suatu tantangan baginya, selain itu dirinya juga memiliki visi yang sama dengan Adhan Dambea dalam hal pemerintahan.

"Saya punya visi yang sama dengan pak Adhan Dambea, begitu banyak program dalam mengubah wujud Kota Gorontalo, yang telah disusun oleh Adhan Dambea dan Charles Budi Doku, dan hal itu mendapat respon positif dari masyarakat," tegas Hardi.

Budi Doku Resmi Mundur Pencalonan Wawali Kota Gorontalo

Gorontalo,  (Antaranews Gorontalo) - Charles Budi Doku resmi memberikan pernyataan sikap untuk mundur dari pencalonan wakil wali kota (Wawali) Gorontalo yang berpasangan dengan Adhan Dambea, guna ikut Pilkada 2018, karena kasus narkoba yang menimpa istrinya.

Budi Doku yang juga Wakil Wali Kota Gorontalo petahana menegaskan ia mundur sudah dipertimbangkan dengan matang, dan tanpa ada dorongan atau paksaan dari pihak manapun, karena baginya keluarga adalah yang utama.

"Saya sudah meminta pak Adhan Dambea, tim pemenangan Adhan-Budi, dan juga partai politik pengusung dan pendukung untuk mengganti saya, mendampingi Adhan Dambea Pilkada 2018," kata Budi, Selasa.

Padahal sejak beberapa tahun terakhir, Budi Doku sudah sering sosialisasikan diri untuk maju pada Pilkada 2018 berpasangan dengan Adhan Dambea sebagai calon Wali Kota Gorontalo.

Ia mengakui ini adalah keputusan yang tidak mudah, tapi mohon restu dari seluruh pihak, agar dirinya bisa fokus mengurus keluarga dan mengurus Kota Gorontalo hingga masa jabatannya berakhir 2019.

Ditegaskan, permintaan penggantian dirinya dari calon wakil Wali Kota Gorontalo, bukan berarti dirinya mundur dari persoalan politik dalam menghadapi Pilkada 2018.

"Saya tetap akan mendukung pak Adhan Dambea sepenuh jiwa dan raga saya. Saya bukan pengecut, saya akan melakukan apa pun yang mampu untuk memenangkan Adhan Dambea," tegasnya.

Kepada Adhan Dambea dirinya menaruh harapan besar untuk bisa memenangkan Pilkada 2018, karena ini bukan soal dirinya menjadi Wakil Wali Kota lagi atau tidak, tetapi ini adalah sebuah perang terhadap Narkoba, Minuman Keras (Miras), dan maksiat lainnya demi rakyat Kota Gorontalo.

"Apapun bentuknya, Narkoba harus dihilangkan dari Kota Gorontalo. Hari ini istri saya menjadi korban, bukan tidak mungkin akan menimpa keluarga lainnya, dan saya komitmen terhadap hal tersebut," ujarnya.

Ribuan Warga Gorut Antar Paslon "NKRI"

Gorontalo,� (Antaranews Gorontalo) - Ribuan warga menumpang ratusan mobil, becak motor (bentor) dan motor, mengantar pendaftaran Roni Imran-Ismail Patamani "NKRI" sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di daerah itu.

Pasangan "NKRI" yang diusung Partai Demokrat dan Hanura, Senin, memilih mendaftar lebih awal serta melakukan konvoi atau pawai kendaraan.

Pawai dimulai dari jalan "by pass" Molingkapoto, melewati sepanjang jalan utama lintas Sulawesi di ibu kota Kwandang yang berakhir di kantor KPU setempat di Jalan Sanggar Tani Desa Bulalo.

Calon Bupati (Cabup) Roni Imran pada konferensi pers usai mendaftarkan "NKRI" di Kantor KPU setempat, mengatakan, sangat mengapresiasi dukungan masyarakat kepada "NKRI" untuk menjadi salah satu kontestan Pilkada 2018.

Ia pun berterima kasih kepada pihak KPU yang telah menyambut keduanya secara adat Gorontalo bahkan mendapat kehormatan melakukan penyerahan berkas pendaftaran di dalam panggung adat "bulita".

Roni-Ismail didampingi partai politik pengusung yaitu Demokrat dan Hanura, serta kader partai pendukung lainnya, diantaranya Nasdem, PPP dan PKB.

Berkas pendaftaran diserahkan langsung Roni-Ismail, "NKRI", kepada Ketua KPU setempat, Fadliyanto Koem dan langaung dilakukan pemeriksaan dan penelitian saat itu juga.

"Meski intensitas hujan cukup tinggi di wilayah ini, namun seluruh proses yang kami lewati sejak pawai kendaraan hingga menyerahkan berkas pendaftaran, bisa berlangsung aman, lancar dan sukses," ujar Roni.

Pihaknya pun mengaku sangat mengapresiasi kinerja KPU yang mampu mendesain penyambutan pendaftaran tersebut dengan baik. Penyambutan diwarnai rangkaian adat Gorontalo serta didukung pengamanan pihak TNI dan Polri sehingga ribuan massa pendukung yang ikut mengantarkan "NKRI" mendaftar bisa tertib dan tidak mengganggu ketertiban khususnya arus lalu lintas memasuki lokasi kantor KPU.

Usai mendaftar di KPU, pasangan NKRI menemui ribuan massa pendukungnya di ruas jalan Sanggar Tani atau depan kantor KPU.

Roni menyampaikan imbauannya agar massa pendukung tetap menjaga kekompakkan dan ketertiban serta mendukung suksesnya Pilkada 2018 yang aman dan damai di daerah itu.

"Setiap satu orang pendukung wajib menyosialisasikan Pilkada 2018 aman dan damai, pentingnya menggunakan hak suara untuk meraih kemenangan NKRI menuju perubahan Gorontalo Utara lebih baik," ujarnya.

Ribuan massa pendukung NKRI meninggalkan lokasi kantor KPU dengan tertib, aman dan lancar, usai mendengarkan orasi singkat Roni-Ismail terkait imbauan menyukseskan Pilkada 2018 dan memenangkan NKRI.

Tidak hanya pengurus partai Demokrat dan Hanura serta konstituen dua partai tersebut, namun pendukung lainnya dari kader partai bukan pengusung diantaranya PPP, Nasdem dan PKB ikut mengantar pendaftaran NKRI.